KORDANEWS – Harley-Davidson, nama yang identik dengan motor gede, suara khas mesin V-Twin, dan citra kebebasan, kini mulai menunjukkan langkah-langkah strategis yang cukup mengejutkan. Demi menjangkau pasar yang lebih luas dan menarik konsumen baru, terutama para first-time buyer dan di negara berkembang, Harley-Davidson kini mulai merambah segmen motor dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Apakah ini pertanda Harley-Davidson “turun kasta”? Jawabannya tidak sesederhana itu. Ini adalah langkah cerdas untuk bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
1. Kolaborasi dengan Pabrikan Lokal: Kunci Masuk Pasar Asia
Salah satu strategi paling berani Harley-Davidson adalah menjalin kemitraan dengan pabrikan motor lokal. Di India, Harley-Davidson berkolaborasi dengan Hero MotoCorp untuk melahirkan Harley-Davidson X440. Motor ini adalah “Harley” dengan mesin satu silinder 440 cc, jauh dari stereotip mesin V-Twin besar yang ikonik.
Yang paling mengejutkan adalah harganya. X440 dibanderol sangat kompetitif, setara dengan motor kelas menengah di India, yaitu sekitar Rp 40-50 jutaan. Dengan harga segini, motor ini menjadi pintu gerbang bagi banyak orang untuk merasakan sensasi memiliki merek Harley-Davidson tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
2. Model Entry-Level untuk Pasar Global
Tak hanya di Asia, Harley-Davidson juga sedang menyiapkan model-model dengan harga lebih ramah untuk pasar global. Salah satu yang paling santer diberitakan adalah Harley-Davidson Sprint. Kabarnya, motor naked ini akan dijual di bawah US$6.000 (sekitar Rp 90 jutaan) di Amerika Serikat dan Eropa.
Model ini bertujuan untuk menarik pengendara muda yang mencari motor dengan performa gesit, mudah dikendalikan, dan yang terpenting, terjangkau. Nama “Sprint” sendiri bukanlah nama baru, melainkan motor ikonik dari tahun 1960-an yang kini dihidupkan kembali dengan sentuhan modern.













