Berdasarkan data internal Karantina Sumsel, tren ekspor kopi dari wilayah ini menunjukkan lonjakan signifikan. Pada 2023, volume ekspor hanya 64 kg, meningkat menjadi 19,8 ton pada 2024, dan terus meroket hingga mencapai 127 ton dari Januari hingga pertengahan 2025.
“Ini menunjukkan besarnya potensi sektor perkebunan Sumsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ke depan, Karantina Sumsel mendorong penguatan sistem ketertelusuran (traceability system) untuk mengetahui asal-usul kopi Sumsel secara rinci. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat branding kopi Sumsel tidak hanya dari segi kualitas, tetapi juga identitas geografisnya.
Sri Endah menegaskan bahwa Karantina Sumsel akan terus berkomitmen mengawal proses ekspor komoditas strategis daerah dengan layanan prima, pendampingan teknis bersama dinas terkait, dan penguatan sistem keamanan hayati.
“Harapan kami, dukungan ini dapat membuka peluang lebih besar bagi produk-produk unggulan Sumatera Selatan untuk bersaing di pasar global,” tutupnya.(mb)
Editor : Surya S













