KORDANEWS -Ketika mendengar kata “pubertas,” yang terbayang adalah masa remaja yang penuh gejolak. Namun, tahukah Anda bahwa wanita bisa mengalami fase perubahan serupa di usia dewasa? Meskipun bukan istilah medis resmi, banyak pakar menyebutnya sebagai “pubertas kedua”, sebuah sebutan populer untuk menggambarkan perubahan signifikan yang terjadi selama masa perimenopause.
Perimenopause adalah masa transisi alami menuju menopause, di mana produksi hormon estrogen dan progesteron mulai menurun. Fase ini umumnya dimulai pada akhir usia 30-an hingga awal 40-an dan bisa berlangsung selama beberapa tahun.
Tanda-Tanda “Pubertas Kedua”
Perubahan hormon yang bergejolak ini sering kali memicu gejala yang mirip dengan saat remaja, namun dengan intensitas yang berbeda:
Siklus Menstruasi Tidak Teratur: Haid bisa datang lebih cepat, lebih lambat, atau dengan volume yang tidak menentu. Ini adalah salah satu tanda paling awal bahwa hormon sedang berfluktuasi.
Perubahan pada Kulit dan Rambut: Sebagian wanita mungkin mengalami jerawat kembali, kulit menjadi lebih kering, atau bahkan mengalami penipisan dan kerontokan rambut.
Naik Berat Badan yang Sulit Dikendalikan: Penurunan hormon dapat memengaruhi metabolisme, sehingga berat badan lebih mudah naik, terutama di area perut, meskipun pola makan tidak banyak berubah.
Gejolak Emosi (Mood Swing): Fluktuasi hormon memengaruhi zat kimia otak yang mengatur suasana hati, menyebabkan wanita lebih mudah merasa cemas, mudah marah, atau bahkan depresi.













