EntertainmentNusantara

Pisang Ijo: Rahasia Segar Abadi dari Makassar, Penyelamat Kala Terik

×

Pisang Ijo: Rahasia Segar Abadi dari Makassar, Penyelamat Kala Terik

Share this article

KORDANEWS – Ketika matahari bersinar terik, mencari pelepas dahaga yang tidak hanya dingin tapi juga memanjakan lidah menjadi sebuah misi penting. Di tengah gempuran aneka es modern, ada satu legenda kuliner yang tak pernah lekang oleh waktu, dengan pesona yang tak tertandingi: Es Pisang Ijo. Makanan khas Makassar ini bukan sekadar camilan, melainkan sebuah karya seni yang menyajikan harmoni rasa dan tekstur sempurna untuk melawan cuaca panas.

Mengapa Pisang Ijo Begitu Istimewa?
Pesona pisang ijo terletak pada perpaduan komponennya yang saling melengkapi. Setiap elemen memiliki peran krusial, menciptakan sensasi yang kompleks di setiap suapannya.

Pertama, pisang itu sendiri. Bukan sembarang pisang, melainkan pisang raja yang telah matang sempurna. Pisang ini dikukus hingga lembut, menghasilkan rasa manis alami yang legit dan tekstur yang padat.

Kedua, adonan hijau yang menjadi “selimut” pisang. Adonan ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan, dan yang paling penting, air daun suji dan pandan. Air daun inilah yang memberikan warna hijau alami yang memikat mata dan aroma wangi yang khas. Teksturnya yang kenyal, lembut, dan sedikit elastis memberikan pengalaman unik saat dikunyah.

Ketiga, bubur sumsum. Ini adalah elemen yang sering membuat pisang ijo terasa istimewa. Bubur yang terbuat dari tepung beras dan santan kental ini memiliki rasa gurih yang seimbang, bertugas sebagai penyeimbang rasa manis dari sirup. Bubur sumsum yang creamy dan dingin menjadi pelapis terakhir sebelum pisang ijo siap disantap.

Terakhir, sirup merah dan es serut. Sirup merah yang biasanya beraroma cocopandan memberikan ledakan rasa manis yang menyegarkan. Sirup ini disiram di atas pisang ijo dan bubur sumsum, kemudian ditambah dengan serutan es yang menggunung. Kombinasi dingin, manis, dan gurih inilah yang membuat setiap suapannya terasa seperti oase di tengah gurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *