Health

Bukan Gaya, tapi Bencana! Menghirup Vape Sama dengan Menghisap Racun Kimia

×

Bukan Gaya, tapi Bencana! Menghirup Vape Sama dengan Menghisap Racun Kimia

Share this article

Dampak: Ketika dipanaskan pada suhu tinggi, propilen glikol dan gliserin nabati dapat terurai menjadi senyawa berbahaya seperti formaldehida, asetaldehida, dan akrolein. Zat-zat ini dapat mengiritasi mata, hidung, dan saluran pernapasan, serta berpotensi bersifat karsinogenik.

5. Senyawa Karsinogenik Lainnya
Selain formaldehida dan asetaldehida, vape juga mengandung zat-zat karsinogenik lain, seperti benzene, yang ditemukan dalam asap rokok konvensional.

Dampak: Zat-zat karsinogenik ini dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru, meskipun dalam kadar yang mungkin lebih rendah daripada rokok tembakau.

6. Vitamin E Asetat
Vitamin E asetat adalah zat yang sering ditambahkan pada cairan vape ilegal yang mengandung THC (zat aktif pada ganja).

Dampak: Zat ini sangat berbahaya jika dihirup dan diduga menjadi penyebab utama EVALI (e-cigarette or vaping product use-associated lung injury), yaitu cedera paru-paru akut yang parah dan dapat berakibat fatal.

7. Partikel Ultrafine
Uap vape mengandung partikel-partikel sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Dampak: Partikel-partikel ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan sel, dan kerusakan DNA di paru-paru. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru kronis seperti asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis).

Secara keseluruhan, vape bukanlah pilihan yang bebas risiko. Uapnya mengandung campuran bahan kimia yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kecanduan nikotin hingga kerusakan paru-paru yang serius dan fatal.

Editor : thirt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *