HeadlineSumsel

Senja di Gubuk Reyot: Kisah Endan, Lansia Yang Hidup Sebatang Kara di Pemulutan

×

Senja di Gubuk Reyot: Kisah Endan, Lansia Yang Hidup Sebatang Kara di Pemulutan

Share this article

Kisah Endan kemudian viral di media sosial. Potret kehidupannya yang memprihatinkan mengetuk banyak hati. Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir pun turun tangan, berjanji mengecek data kependudukan dan memastikan hak-hak sosial Endan.

“Segera kami cek melalui SIKS-NG, apakah yang bersangkutan sudah terdaftar dalam DTKSEN atau belum, dan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa,” ujar Kepala Dinsos Ogan Ilir, Heriyanto.

Bagi Endan, janji itu adalah secercah harapan di senja hidupnya. Harapan sederhana: agar ia tidak lagi menghabiskan sisa umur di bawah atap bocor, di lantai tanah lembab, dan dengan perut yang sering kosong.

Kehidupan Endan adalah potret dari ribuan lansia di pelosok negeri yang masih luput dari jangkauan sistem kesejahteraan. Mereka yang seharusnya menikmati hari tua dengan tenang, justru berjuang sendirian di tengah rapuhnya usia.

Di balik tubuh renta Endan, tersimpan pesan bagi kita semua: bahwa kasih sayang dan kepedulian adalah kebutuhan dasar manusia, setara dengan makan dan tempat tinggal. Dan semoga, pada masa senjanya, Endan akhirnya bisa merasakan itu—hidup yang layak, penuh perhatian, tanpa lagi merasa sendirian.(jml)

 

Editor : Surya S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *