KORDANEWS – Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Wazir Noviadi, menilai partisipasi digital menjadi faktor yang semakin menentukan arah politik Indonesia. Dalam pandangannya, ruang digital bisa berperan ganda, sebagai penguat demokrasi sekaligus pemicu polarisasi.
“Partisipasi digital dalam politik bisa menjadi teman, lawan, perpecahan, sekaligus pemersatu bangsa,” ujar Noviadi saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Penguatan Kelembagaan dan SDM Bawaslu Ogan Ilir di Parkside’s Hotel, Palembang, Rabu-Kamis, 27–28 Agustus 2025.
Putra sulung mantan Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, yang akrab disapa Ovi ini, menekankan bahwa kehadiran teknologi digital memperluas akses informasi politik, mempercepat mobilisasi masyarakat, serta meningkatkan kesadaran politik, terutama melalui media sosial. Namun, ia mengingatkan ada bahaya serius yang mengintai.
“Hoaks dan polarisasi politik adalah tantangan nyata. Karena itu literasi digital mutlak diperlukan agar masyarakat bisa berpartisipasi secara kritis dan konstruktif,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Noviadi mencontohkan, saat Pilpres di Kabupaten Ogan Ilir, tingkat partisipasi masyarakat disebutnya sangat tinggi. Namun berbeda dengan Pilkada, yang sempat anjlok karena fenomena “lawan kotak kosong.” Meski begitu, ia mengapresiasi jalannya proses demokrasi di Ogan Ilir yang tetap aman.













