Acara rapat kerja itu sendiri dibuka oleh Ketua Bawaslu Ogan Ilir, Dewi Alhikmah Wati, setelah paparan materi Ovi. Hadir pula sejumlah pejabat, antara lain Staf Ahli Bupati Ogan Ilir bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ibnu Hardi; Wakil Ketua II DPRD Ogan Ilir, Ahmad Syafe’i; Ketua KPU Ogan Ilir, Roby Ardiansyah; Kasi Datun, Ari Dodiwijaya; serta Eva Yuliana, Koordinator Akademi Pemilu Demokrasi Palembang.
Ketua panitia, Yusman Ali, menyebut kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta. Fokus utamanya adalah mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 serta merumuskan strategi pengawasan menuju Pemilu 2029.
Diskusi yang berlangsung dua hari itu menggambarkan satu hal. demokrasi Indonesia sedang berhadapan dengan arus deras digitalisasi. Apakah ia akan menjadi arus pemersatu atau justru memecah belah, semua bergantung pada bagaimana bangsa ini membekali warganya dengan literasi digital yang memadai.(jml)
Editor : Surya S













