KORDANEWS – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Itulah yang dialami Saiman (57), warga Desa Pematang Bungur, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir. Rumah kayu yang selama ini menjadi tempat tinggalnya roboh akibat lapuk dimakan usia. Kini, Saiman terpaksa bertahan tidur di bangunan yang sudah hampir rata dengan tanah karena belum ada tempat lain untuk dituju.
Meski kondisi rumahnya mengkhawatirkan, Saiman tidak memiliki pilihan selain berteduh di antara sisa-sisa dinding yang nyaris ambruk. “Saya tidak tahu harus ke mana lagi. Untuk sementara, tetap di sini saja. Semoga ada perhatian dari pemerintah,” ujar Saiman dengan nada pasrah, Rabu (3/9).
Selain rumah warga, masjid di desa itu juga mengalami abrasi akibat terjangan air sungai.
Warga sekitar ikut bersimpati atas musibah yang menimpa Saiman. Banyak yang berharap ada bantuan segera, setidaknya untuk kebutuhan harian. “Kami sebagai tetangga hanya bisa membantu seadanya. Mudah-mudahan pemerintah cepat memberikan perhatian,” kata Herman, salah satu warga Desa Pematang Bungur.













