Bagi warga seperti Sri Mulyati, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga penopang kehidupan ekonomi. Dari rumah itulah ia sehari-hari memproduksi kue untuk dijual di pasar. Kini, selain kehilangan tempat berteduh, ia juga kehilangan ruang usaha.
Kasus ini memunculkan kembali pertanyaan lama: sejauh mana pemerintah daerah hadir untuk menjamin rumah layak huni bagi warga miskin? Program bedah rumah selama ini berjalan, namun jumlah penerimanya kerap jauh dari kebutuhan di lapangan.(jml)
Editor : Surya S













