5. Dermatitis Kontak
Paparan zat iritan seperti sabun, kosmetik, atau logam tertentu dapat memicu peradangan kulit. Gejalanya meliputi kemerahan, rasa panas, hingga kulit kering dan bersisik di area wajah.
6. Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat melebarkan pembuluh darah kecil di wajah. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki kelainan enzim hati, wajah merah bisa terjadi lebih sering dan intens setelah minum alkohol.
7. Infeksi Kulit
Beberapa infeksi kulit seperti selulitis dapat menyebabkan wajah tampak merah, bengkak, dan terasa nyeri. Kondisi ini serius dan membutuhkan pengobatan antibiotik dari dokter.
8. Kondisi Autoimun (Lupus)
Lupus eritematosus sistemik (LES) dapat menimbulkan ruam merah berbentuk seperti kupu-kupu di pipi dan batang hidung. Ruam ini sering disalahartikan sebagai iritasi biasa, padahal merupakan tanda penyakit autoimun.
Kapan Harus ke Dokter?
- Segera periksa ke dokter jika wajah merah disertai:
- Demam, nyeri, atau bengkak hebat.
- Sesak napas atau pembengkakan di bibir dan mata.
- Ruam tidak kunjung hilang meski sudah diobati.
Kesimpulan
Wajah merah bisa disebabkan hal ringan seperti cuaca panas atau emosi, tetapi bisa juga menandakan masalah medis yang lebih serius. Mengenali penyebabnya penting agar tidak terlambat mendapat penanganan. Jika keluhan sering muncul atau disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasi dengan tenaga medis.













