KORDANEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) kembali menggelar aksi unjuk rasa setelah delapan tuntutan mereka belum mendapat respons dari pihak kampus. Salah satu tuntutan utama adalah meminta Rektor UMP, Prof. Dr. Abid Djazuli, mengawal tegas kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi saat KKN di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Agustus 2025.
Ratusan mahasiswa berkumpul di depan gedung rektorat, menuntut agar rektor menemui mereka. Ketegangan sempat terjadi saat massa ancam membakar ban, namun perwakilan kampus akhirnya merespons tuntutan tersebut.
Koordinator aksi, Dwiki Putra, juga menuntut Rektor Abid Djazuli mundur dan menolak perpanjangan masa jabatannya hingga 2027, serta menyoroti dugaan manipulasi keterangan terkait rapat BPH.
Menanggapi itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMP, Yudha, menyatakan proses penjaringan rektor baru akan dilakukan setelah penilaian akreditasi kampus selesai. Dia menegaskan kampus tidak berpihak pada pelaku pelecehan dan terus memberikan pendampingan pada korban, yang kini telah kembali berkuliah.













