Sport

APA YANG SEBENARNYA TERJADI? Detik-detik Kartu Merah yang Membuat De Bruyne Jadi Korban dan Rencana Conte Hancur Lebur!

×

APA YANG SEBENARNYA TERJADI? Detik-detik Kartu Merah yang Membuat De Bruyne Jadi Korban dan Rencana Conte Hancur Lebur!

Share this article

Namun, kepulangannya yang emosional harus berakhir prematur. Hanya lima menit setelah kartu merah Di Lorenzo, nama De Bruyne muncul di papan pergantian pemain. Conte, dalam upaya menyeimbangkan tim dengan memasukkan seorang bek, Mathías Olivera, terpaksa membuat keputusan brutal dengan mengorbankan sang maestro.

De Bruyne berjalan ke pinggir lapangan dengan wajah tanpa ekspresi, namun jelas menyiratkan kekecewaan mendalam. Momen yang ia nantikan, bermain di hadapan puluhan ribu penggemar yang pernah memujanya, harus berakhir hanya dalam 26 menit. Para pendukung City kembali memberinya standing ovation, sebuah gestur yang seolah memahami kepiluan sang mantan kapten.

“Takdir terkadang bisa kejam,” kata Conte. “Mengganti De Bruyne adalah satu-satunya keputusan yang bisa saya ambil saat itu. Saya merasa kasihan padanya. Kami kehilangan kualitasnya dan mengambil kesempatannya untuk bermain di stadion yang pernah menjadi rumahnya. Tapi itu adalah satu-satunya pilihan.”

Haaland dan Doku Jadi Pembeda
Unggul jumlah pemain, Manchester City akhirnya memecah kebuntuan sesaat sebelum babak pertama berakhir. Sebuah umpan silang presisi dari sisi kanan berhasil disambut dengan tandukan tajam oleh Erling Haaland, membawa City unggul 1-0.

Napoli berusaha keras bertahan di babak kedua, namun serangan bertubi-tubi dari tuan rumah akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-78, pemain sayap lincah asal Belgia, Jeremy Doku, menggandakan keunggulan melalui aksi individunya yang brilian melewati beberapa pemain sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper.

Kemenangan 2-0 memang mengamankan tiga poin bagi City, namun kemenangan itu terasa sedikit hampa karena pertandingan telah kehilangan keseimbangan sejak awal. Bagi Conte, itu adalah malam frustrasi taktis. Bagi De Bruyne, itu adalah kepulangan yang berakhir dengan kepiluan. Dan bagi sepak bola, itu adalah pengingat betapa satu kartu merah benar-benar bisa merusak segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *