“Perjalanan ini tidak hanya mendiversifikasi bisnis PGE, tetapi juga menempatkan panas bumi sebagai tulang punggung ekonomi hidrogen di Indonesia,” ujarnya.
Perkuat Kolaborasi
Pada kesempatan yang sama, PGE juga menandatangani dua kesepakatan penting: kolaborasi dengan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Joint Study Agreement bersama PT Pertamina Energy Terminal. Kerja sama ini ditujukan untuk membangun rantai pasok hidrogen hijau yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Transisi energi tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan dukungan Pertamina Group dan mitra strategis, kami ingin membangun ekosistem panas bumi dan green hydrogen yang memberikan nilai tambah sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060,” tegas Julfi.
IIGCE 2025 sendiri berlangsung pada 17–19 September di Jakarta, mengusung tema
“Fostering Collaboration for a Green Economy in Indonesia: The Role of Geothermal Energy in Sustainable Growth.”
Editor : Admin













