Melalui workshop ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis tentang desain produk syariah, tetapi juga praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan risiko, segmentasi nasabah, serta pemanfaatan teknologi dalam pengembangan layanan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi antar BPRS se-Sumatera untuk memperkuat peran strategis lembaga keuangan syariah di tingkat lokal.
“OJK berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan bisnis BPRS. Dengan inovasi produk yang tepat dan manajemen yang kuat, BPRS diyakini mampu menjadi pilar utama dalam memperluas inklusi keuangan syariah serta memperkuat ketahanan ekonomi umat di seluruh penjuru Indonesia.” pungkasnya. (eh)
Editor : Admin













