KORDANEWS – Serangan ulat grayak (Spodoptera frugiperda) kembali mengancam tanaman jagung di Sumatera Selatan. Di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Tanjung Raja, hama ini menyerang lahan jagung seluas satu hektare berumur 60 hari setelah tanam dengan varietas Maxxi-1.
Pengendalian dilakukan bersama petugas POPT Khairunnisa Putri, Korluh BPP Rosalia Indah, serta PPL Ahmad Fauzi. “Kami gunakan insektisida berbahan aktif BPMC bantuan BPT Unit I Palembang,” kata Khairunnisa, Kamis, 25 September 2025.
Ia menjelaskan, serangan ulat grayak ditandai serbuk coklat pada pucuk daun. Larva hama ini merusak daun, titik tumbuh, hingga tongkol jagung. “Kerugian sangat besar karena tanaman bisa gagal tumbuh dan produksi turun,” ujarnya.
Selain insektisida, petugas juga menemukan musuh alami seperti capung, laba-laba, dan kumbang koksi. Namun pengendalian kimia tetap diperlukan untuk menekan populasi. “Evaluasi dilakukan setelah 3–5 hari. Jika masih ada serangan, pengendalian lanjutan wajib dilakukan,” kata Khairunnisa.













