KORDANEW – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencetak rekor baru. Pada perdagangan terbaru, logam mulia ini dipatok Rp 2.198.000 per gram, hanya sejengkal lagi menyentuh level psikologis Rp 2,2 juta. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali berada di kisaran Rp 2.045.000 per gram.
Lonjakan ini mempertegas tren kenaikan emas sepanjang 2025 yang tak terbendung. Bahkan, sejak awal tahun, harga emas Antam sudah melonjak sekitar 44–45% dibandingkan posisi akhir tahun lalu.
Mengapa Harga Emas Terus Naik?
Beberapa faktor global maupun domestik menjadi pendorong utama kenaikan emas:
- Harga emas dunia ikut meroket
Pasar internasional menunjukkan penguatan harga emas spot, yang langsung berdampak ke pasar domestik. - Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed
Inflasi Amerika Serikat yang stabil membuat investor percaya bank sentral AS akan segera melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi ini membuat emas makin dilirik sebagai aset aman (safe haven).
Pelemahan kurs rupiah
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memperkuat harga emas di Indonesia.
Imbas ke Investor
Bagi investor, harga emas yang nyaris Rp 2,2 juta per gram membawa dua sisi:
- Keuntungan bagi pemegang lama: Mereka yang sudah membeli emas sejak tahun lalu kini menikmati kenaikan nilai yang signifikan.
- Tantangan bagi investor baru: Modal yang dibutuhkan tentu lebih besar. Selain itu, selisih harga jual dengan buyback juga cukup lebar sehingga kurang cocok untuk jangka pendek.
Meski begitu, emas tetap dianggap sebagai instrumen paling aman untuk menjaga nilai kekayaan, terutama saat kondisi ekonomi global tidak menentu.













