Influenza D: Lebih Banyak di Hewan Ternak
Jenis influenza D pertama kali ditemukan pada hewan ternak, seperti sapi dan babi. Hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa influenza D menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Walau begitu, para ilmuwan tetap melakukan pemantauan karena potensi mutasi virus selalu ada.
Gejala Umum Influenza
Meski berasal dari jenis virus berbeda, influenza A dan B umumnya menimbulkan gejala yang mirip. Gejala flu biasanya muncul 1–4 hari setelah terpapar virus, dengan tanda-tanda seperti:
- Demam tinggi mendadak
- Menggigil dan merasa kedinginan
- Nyeri otot dan sendi
- Sakit kepala
- Batuk kering
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau pilek
- Kelelahan atau rasa lemah luar biasa
- Pada anak-anak, bisa juga disertai mual, muntah, atau diare
Sebagian besar kasus flu bisa sembuh dengan istirahat cukup, minum banyak cairan, dan obat pereda gejala. Namun, pada kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, atau penderita penyakit kronis, flu bisa memicu komplikasi serius seperti pneumonia.
Pentingnya Vaksinasi dan Pencegahan
Mengingat influenza, terutama tipe A dan B, bisa menyebar cepat dan menimbulkan beban kesehatan besar, vaksinasi influenza tahunan menjadi salah satu cara pencegahan paling efektif.
Selain vaksin, langkah sederhana seperti:
- Mencuci tangan dengan sabun,
- Menutup mulut saat batuk atau bersin,
- Menggunakan masker saat sakit,
- Istirahat yang cukup,
- dapat membantu mengurangi penyebaran virus.
Kesimpulan
Virus influenza terbagi menjadi empat jenis utama: A, B, C, dan D. Influenza A dan B adalah penyebab utama flu pada manusia, dengan A memiliki risiko pandemi global, sementara B menimbulkan epidemi musiman. Influenza C cenderung ringan, sedangkan D lebih banyak ditemukan pada hewan.
Masyarakat perlu mengenali gejalanya sejak dini, menjaga pola hidup sehat, dan tidak mengabaikan pentingnya vaksinasi untuk mencegah dampak serius influenza.











