Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, menjelaskan teknis penerapan mata pelajaran tersebut.
Mulok Pangan Lokal dirancang sebagai pelajaran mandiri bagi siswa SMA/SMK kelas X hingga XII. Fokus utamanya pada kearifan lokal, potensi pangan daerah, dan penerapan langsung di lapangan.
“Kurikulum ini bisa menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Jadi relevan, aplikatif, dan menyentuh kebutuhan siswa,” jelas Mondyaboni.
Langkah ini juga menjadi upaya menjaga budaya lokal agar tetap lestari sekaligus berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan.
Kerja sama antara Pemprov, Dinas Pendidikan, dan ICRAF menjadi momentum strategis untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik ketahanan pangan yang nyata di masyarakat.
Editor : Admin













