Saat berfoto, kedua kepala negara ini menunjukkan gestur unik: mengacungkan jempol secara bersamaan. Gaya foto ini, yang oleh beberapa media dijuluki sebagai ‘gaya foto jempol bapak-bapak’, melambangkan keakraban pribadi dan penguatan hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat di tengah upaya diplomatik perdamaian.
Simbol Solidaritas di Barisan Depan
Setelah sesi foto berdua, seluruh pemimpin negara peserta KTT berkumpul untuk sesi foto bersama. Dalam formasi ini, posisi Presiden Prabowo menunjukkan betapa pentingnya peran Indonesia.
Presiden Prabowo berdiri di barisan depan, diapit oleh tokoh-tokoh penting seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Wakil Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Syekh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Posisi ini menjadi simbol solidaritas dan tekad kolektif kuat para pemimpin dunia untuk mendukung hasil perjanjian damai di Gaza.
Menjadi Saksi Sejarah Penandatanganan
Puncak acara KTT adalah prosesi penandatanganan dokumen perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza. Dokumen bersejarah tersebut ditandatangani oleh empat tokoh kunci yang menjadi penengah utama: Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Republik Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani.
Presiden Prabowo bersama para pemimpin lainnya menyaksikan langsung prosesi penandatanganan tersebut dari kursi tamu. Dalam momen sakral itu, Presiden Prabowo terlihat duduk bersebelahan dengan Presiden Macron, menunjukkan posisi Indonesia sebagai bagian integral dari upaya perdamaian global.
Kehadiran aktif Presiden Prabowo di KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh bukan hanya sekadar memenuhi undangan. Lebih dari itu, ini adalah penegasan kembali komitmen kuat Indonesia untuk terus berjuang demi kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian abadi di tingkat global, sejalan dengan amanat konstitusi.













