Pernyataan ini secara tidak langsung mengakui tantangan yang dihadapi Honda pasca-kepergian Marquez. Motor Honda sebelumnya dikenal memiliki karakter yang sangat menuntut, di mana hanya Marquez yang mampu mendorongnya hingga batas maksimal untuk meraih kemenangan, sering kali dengan risiko kecelakaan tinggi.
Fokus pada Stabilitas dan Universalitas
Perkembangan saat ini menandakan peralihan filosofi Honda dari membangun motor yang hanya cocok untuk satu pembalap jenius (disebut juga sebagai ‘motor Marquez’) menjadi motor yang lebih universal dan kompetitif di tangan berbagai pembalap.
Dengan fokus pada efisiensi dan struktur yang lebih baik, Honda kini berusaha untuk kembali bersaing di barisan depan klasemen konstruktor. Tim berlogo sayap tunggal ini berharap bahwa motor yang lebih bersahabat akan memungkinkan para pembalap mereka untuk mengeluarkan potensi terbaik dengan tingkat keamanan dan konsistensi yang lebih tinggi di setiap seri MotoGP.













