Fokus Fundamental: Presiden menegaskan bahwa fundamental ekonomi suatu bangsa yang paling asasi adalah pangan, energi, dan air. Kebijakan pemerintah akan terus difokuskan untuk menjamin kemampuan memproduksi dan mendistribusikan tiga elemen penting ini dengan baik dan efisien.
Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Tantangan Pengangguran
Presiden Prabowo juga memaparkan progres signifikan dalam aspek kesejahteraan rakyat:
Angka Kemiskinan Terendah: Tingkat kemiskinan nasional berhasil menurun menjadi 8,47 persen, yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah Indonesia.
Pengangguran Terbuka Menurun: Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,76 persen, angka terendah yang dicapai sejak krisis tahun 1998.
Meskipun capaian-capaian tersebut patut disyukuri, Presiden mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri:
“Sekali lagi kita tidak boleh puas karena 4,76 persen dari 287 juta orang itu angka yang cukup besar dan bagi mereka yang perlu pekerjaan segera ini sesuatu yang harus kita pikirkan dengan seksama. Kita paham bahwa tingkat pengangguran ini sangat meresahkan bagi mereka yang sangat butuh pekerjaan, kita paham karena itu kita bekerja keras,” ujarnya.
Pernyataan Presiden Prabowo ini secara tegas menyimpulkan bahwa capaian positif perekonomian Indonesia, mulai dari pertumbuhan ekonomi 5 persen, inflasi yang terkendali, hingga penurunan kemiskinan dan pengangguran, adalah hasil dari upaya dan sinergi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat.













