Health

Stop Text Neck! 5 Penyebab Utama Leher Belakang Sakit (dan Cara Mengatasinya Tanpa Operasi).

×

Stop Text Neck! 5 Penyebab Utama Leher Belakang Sakit (dan Cara Mengatasinya Tanpa Operasi).

Share this article

Kerusakan Sendi (Osteoarthritis/Spondilosis Servikal): Kondisi degeneratif yang terjadi akibat penuaan. Tulang rawan di sendi leher menipis dan dapat menyebabkan pengapuran, membatasi pergerakan dan menimbulkan nyeri kronis.

Cedera Akut: Cedera whiplash (sentakan kepala tiba-tiba, sering terjadi saat kecelakaan mobil) atau cedera olahraga yang merusak otot, ligamen, atau diskus leher.

Kondisi Medis Langka: Dalam kasus yang jarang, nyeri leher yang parah dan disertai gejala lain bisa menjadi tanda penyakit serius seperti Meningitis (infeksi pada selaput otak dan saraf tulang belakang) atau Rheumatoid Arthritis.

  • Gejala yang Menyertai Nyeri Leher
    Nyeri leher belakang dapat bermanifestasi dalam beberapa gejala, termasuk:
  • Kekakuan (Stiff Neck): Keterbatasan gerakan saat menoleh atau menunduk.
  • Nyeri Tumpul atau Tajam: Terkonsentrasi di leher belakang, seringkali menjalar ke bahu dan punggung atas.
  • Sakit Kepala: Nyeri yang menjalar dari leher ke belakang kepala (tension headache).
  • Kelemahan atau Kesemutan: Jika disebabkan oleh saraf kejepit, nyeri dapat disertai rasa kebas, kesemutan, atau kelemahan pada salah satu atau kedua lengan.

Penanganan Nyeri Leher Belakang (Perawatan Mandiri)
Sebagian besar nyeri leher akibat ketegangan otot dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana di rumah dalam beberapa hari:

  • Kompres Panas dan Dingin:
  • Dingin (Es): Gunakan pada 48–72 jam pertama untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan.
  • Panas: Setelah fase akut, gunakan kompres hangat, heating pad, atau mandi air hangat untuk melemaskan otot yang tegang dan melancarkan sirkulasi darah.
  • Peregangan dan Latihan Ringan:
  • Lakukan peregangan leher secara lembut dan perlahan (contoh: memiringkan kepala ke bahu, menundukkan dagu ke dada).
  • Rotasikan bahu ke depan dan belakang untuk mengurangi ketegangan di area trapezius.

Obat Pereda Nyeri Bebas:

  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti Paracetamol atau Ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan untuk meringankan rasa sakit.
  • Perbaiki Postur Tubuh:
  • Saat bekerja, pastikan monitor sejajar dengan mata dan punggung tegak. Gunakan kursi ergonomis.
  • Batasi waktu menunduk melihat gawai.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Meskipun nyeri leher seringkali dapat sembuh sendiri, Anda harus segera mencari bantuan medis jika:

  • Nyeri berlangsung lebih dari satu minggu tanpa perbaikan.
  • Nyeri sangat parah dan tidak mereda dengan obat pereda nyeri.
  • Nyeri disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah.
  • Nyeri disertai kelemahan, mati rasa, atau kesemutan yang menjalar ke lengan atau kaki (tanda saraf kejepit).
  • Nyeri leher terjadi setelah cedera parah (misalnya kecelakaan).

Dokter dapat merekomendasikan penanganan lebih lanjut seperti Fisioterapi (untuk memperkuat otot dan memperbaiki struktur), pemberian obat resep, atau dalam kasus yang parah, tindakan intervensi seperti suntik kortikosteroid atau pembedahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *