
Menurut Community Development Officer IT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Wahyu Aji Nugroho, program Sinergi Semambu lahir dari kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat yang selama ini bergulat dengan masalah kekeringan dan kebakaran lahan.
“Kami melihat persoalan air sebagai akar dari banyak masalah di sini,” ujar Wahyu.
“Jadi kami fokus menciptakan solusi yang berkelanjutan. Bukan hanya membantu airnya, tapi juga memastikan lahan kembali produktif.”tambah dia
Bantuan dari Pertamina mencakup pembangunan sumur bor, sistem irigasi SWIS, filtrasi air, dan PLTS. Selain itu, perusahaan juga memberikan hand tractor dan pencacah rumput yang bisa digunakan secara bergiliran oleh kelompok tani.
Saat ini, sudah 130 petani di Pulau Semambu yang merasakan manfaat program ini. Produktivitas pertanian meningkat pesat—bahkan di musim kemarau, petani masih bisa panen hingga 10 kali setahun, dan di musim normal bisa mencapai 12 kali panen.
Di sela-sela barisan kangkung hijau yang bergoyang diterpa angin, Agus Warsito menatap lahan yang kini kembali hidup.
“Kalau dulu tanah ini mati, sekarang sudah bernyawa lagi,” katanya.
Program SWIS bukan sekadar irigasi modern,ia adalah simbol kebangkitan petani Pulau Semambu. Dari tanah gersang menjadi lahan subur, dari keputusasaan menjadi semangat baru.
“Sekarang kami tidak takut kemarau lagi,” ujar Agus tersenyum. “Air ada, tanaman tumbuh, rezeki datang.”
Dengan inovasi dan kepedulian, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tak hanya menyalurkan air—mereka menyalurkan kehidupan. Dan di Pulau Semambu, jaring laba-laba air itu kini menjadi jaring harapan.













