Ciri Khas yang Membedakan dari Pepaya Biasa
Carica adalah sepupu dekat pepaya, namun wujudnya jauh lebih mungil, kira-kira seukuran sekepalan tangan atau panjangnya hanya 6–10 cm. Bentuk buahnya lonjong dengan lima lekukan memanjang, membuatnya terlihat seperti perpaduan pepaya dan belimbing.
Daging buahnya berwarna kuning cerah hingga oranye saat matang, dengan tekstur yang padat dan kenyal. Jika dimakan mentah, daging buahnya cenderung sepat dan memiliki getah yang bisa menyebabkan gatal, itulah sebabnya ia lebih populer sebagai olahan.
Bagian yang paling unik adalah bijinya. Biji Carica kecil, hitam, dan diselimuti lapisan transparan seperti jeli. Biji inilah yang memiliki rasa asam manis menyegarkan dan seringkali menjadi bagian yang paling dicari dalam manisan.
Manfaat Kesehatan dari Pepaya Gunung
Selain rasanya yang manis dan segar setelah diolah, Carica dikenal memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh:
- Imunitas dan Antioksidan Tinggi: Carica merupakan sumber Vitamin C yang melimpah. Vitamin ini sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi sel dari radikal bebas, dan berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
- Pencernaan Lebih Lancar: Sama seperti pepaya biasa, Carica mengandung serat yang tinggi, menjadikannya pilihan alami untuk mengatasi sembelit. Selain itu, buah ini mengandung enzim papain yang membantu memecah protein dan membersihkan saluran pencernaan.
- Menjaga Kesehatan Mata: Buah ini kaya akan Beta-Karoten (provitamin A). Asupan ini vital untuk menjaga kejernihan kornea dan meningkatkan kemampuan penglihatan di malam hari, membantu mencegah rabun senja.
- Kesehatan Tulang dan Kulit: Kandungan vitamin A, kalsium, dan antioksidan di dalamnya juga berperan dalam menjaga kekuatan tulang serta merawat kesehatan kulit, bahkan dipercaya memiliki efek anti-penuaan (anti-aging).
Kini, Carica tidak hanya diolah menjadi manisan dengan sirup gula, tetapi juga dikembangkan menjadi selai, jus, hingga keripik. Manisan Carica menjadi duta rasa dari Dataran Tinggi Dieng, menawarkan kombinasi unik antara kisah sejarah kolonial, adaptasi alam, dan kearifan lokal dalam mengolah kekayaan gunung.













