Tekanan Turnover: Pertahanan agresif Blazers berhasil memancing Lakers melakukan 25 turnover (kehilangan penguasaan bola). Setiap turnover tersebut seringkali berujung pada poin mudah bagi tim tamu.
Raja Tembakan Tiga Angka: Blazers unggul jauh dalam akurasi tembakan jarak jauh. Pemain seperti Deni Avdija (pemimpin skor Blazers dengan 25 poin), Jrue Holiday, dan Jerami Grant sukses menjaringkan bola dari luar busur dengan persentase yang jauh lebih baik dibandingkan Lakers (hanya memasukkan 7 dari 27 percobaan tiga angka).
Apa Selanjutnya Bagi Kedua Tim?
Bagi Lakers, ini adalah pelajaran pahit tentang pentingnya kedalaman skuad ketika pemain bintang absen. Mereka akan segera melanjutkan perjalanan tandang mereka untuk menghadapi Minnesota Timberwolves. Fokus utama mereka adalah bagaimana menjaga moral dan ritme permainan ketika kekuatan inti belum lengkap.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat besar bagi Trail Blazers. Mengalahkan juara bertahan (walaupun dalam kondisi pincang) setelah kekalahan beruntun memberikan kepercayaan diri yang dibutuhkan tim muda tersebut menjelang pertandingan berikutnya melawan Utah Jazz.
Secara keseluruhan, meski Austin Reaves memberikan tontonan yang menghibur, Lakers sekali lagi menunjukkan kerentanan mereka ketika harus bertanding tanpa dua ikon utama mereka di lapangan.











