KORDANEWS – Induk perusahaan Google, Alphabet Inc., baru saja mencatatkan tonggak sejarah finansial dengan melaporkan pendapatan kuartal ketiganya (Q3 2025) yang menembus angka $100 miliar untuk pertama kalinya. Dengan total pendapatan mencapai $102,3 miliar, capaian ini jauh melampaui ekspektasi analis dan secara tegas membuktikan bahwa investasi besar-besaran perusahaan di bidang Kecerdasan Buatan (AI) kini mulai membuahkan hasil nyata.
Pendorong Pertumbuhan: Bukan Hanya Iklan
Meskipun bisnis inti periklanan (Google Search dan YouTube) tetap menjadi penyumbang terbesar, AI lah yang menjadi mesin pertumbuhan yang mengubah permainan:
Google Cloud Melesat: Bisnis layanan komputasi awan (Google Cloud) menjadi bintang utama, dengan pendapatan melonjak 34% menjadi $15,2 miliar. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan permintaan dari pelanggan korporat yang bergegas mengintegrasikan kapabilitas AI milik Google ke dalam operasi mereka.
Mesin Pencari Diperkuat AI: CEO Alphabet, Sundar Pichai, mengonfirmasi bahwa AI kini mendorong hasil bisnis riil di seluruh perusahaan. Fitur-fitur AI terbaru di Google Search dan model AI Gemini telah mendorong peningkatan pertumbuhan kueri pencarian, dengan Aplikasi Gemini kini memiliki lebih dari 650 juta pengguna aktif bulanan.
Laba Bersih Meroket: Laba bersih Alphabet juga melonjak 33% menjadi $35 miliar, sebuah indikasi kuat kemampuan perusahaan untuk mengkapitalisasi booming AI yang tengah terjadi.













