KORDANEWS – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Kamis, 30 Oktober 2025. Dengan puluhan kali erupsi dan guguran lava yang meluncur jauh, otoritas terkait meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem peringatan dini.
Pagi hari ini dipenuhi dengan rentetan letusan dari puncak Mahameru. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas intensif terjadi sejak dini hari. Hingga pukul 09.30 WIB, tercatat hingga 8 hingga 10 kali letusan yang menghasilkan kolom abu vulkanik tebal dengan ketinggian mencapai 800 meter di atas puncak.
Aktivitas Vulkanik yang Terpantau
Aktivitas Semeru hari ini tidak hanya berupa letusan abu, tetapi juga pergerakan material di lereng gunung:
Guguran Lava: Terdapat tujuh kali guguran lava pijar yang teramati meluncur dengan jarak luncur signifikan, yaitu antara 1.000 hingga 2.000 meter ke arah Besuk Kobokan. Ini adalah indikasi bahwa energi di dalam kubah lava masih tinggi.
Kolom Abu: Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah ke berbagai arah angin, yang berarti potensi hujan abu tipis bisa dirasakan di beberapa wilayah sekitar.
Meskipun intensitasnya tinggi, Status Gunung Semeru masih berada di Level II (Waspada). Peningkatan status ini bisa terjadi sewaktu-waktu tergantung perkembangan kegempaan dan deformasi gunung.
Respons Cepat: Penguatan Mitigasi dan Peringatan Dini
Melihat potensi bahaya yang meningkat, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memperkuat langkah mitigasi:













