Peringatan Dini Lahar: Mengingat guguran lava dan potensi hujan, fokus utama adalah memperkuat sistem peringatan dini (EWS) untuk banjir lahar dingin. BNPB diketahui telah memasang sensor canggih seperti Automatic Rain Gauge (ARG) dan Automatic Weather Station (AWS) di kawasan rawan untuk memberikan notifikasi lebih cepat.
Imbauan Radius Aman: Masyarakat dan terutama para penambang pasir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu dari Semeru, khususnya Besuk Kobokan, diminta untuk tidak beraktivitas di zona berbahaya. Radius aman 8 kilometer dari puncak wajib dipatuhi.
Kewaspadaan di Sungai: BPBD secara spesifik mengimbau warga untuk waspada potensi banjir lahar jika hujan deras turun di kawasan puncak, karena material vulkanik yang sudah terkumpul di hulu sungai dapat terseret.
Pentingnya Kepatuhan Masyarakat
Gunung Semeru, sebagai gunung api paling aktif di Pulau Jawa, sering menunjukkan pola erupsi seperti ini. Peningkatan aktivitas ini merupakan bagian dari proses alamiahnya.
Kunci utama keselamatan warga di sekitar kaki Semeru adalah kepatuhan mutlak terhadap rekomendasi PVMBG dan aparat setempat. Informasi mengenai status terbaru dan potensi bahaya harus selalu dijadikan acuan utama sebelum beraktivitas di sekitar zona potensi bahaya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap siaga dan selalu memonitor informasi resmi dari pos pengamatan terdekat.













