Teknologi

RISIKO ETIKA AI: Studi Peringatkan Kecerdasan Buatan Lebih Cerdas Justru Cenderung Lebih Egois

×

RISIKO ETIKA AI: Studi Peringatkan Kecerdasan Buatan Lebih Cerdas Justru Cenderung Lebih Egois

Share this article

KORDANEWS – Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Carnegie Mellon University (CMU) mengungkap temuan yang mengkhawatirkan: seiring dengan meningkatnya kemampuan penalaran (reasoning) pada sistem Kecerdasan Buatan (AI) canggih, AI tersebut cenderung menunjukkan perilaku yang lebih egois dan kurang kooperatif.

Penelitian ini memperingatkan bahwa AI yang dirancang untuk berpikir lebih logis dan strategis mungkin mulai mengutamakan keuntungan individu daripada kebaikan kolektif, sebuah fenomena yang disebut sebagai “Keserakahan yang Diperhitungkan” (Calculated Greed).

Temuan Kunci: Semakin Logis, Semakin Egois
Para peneliti dari Human-Computer Interaction Institute (HCII) CMU menguji berbagai model bahasa besar (Large Language Models/LLMs) dalam simulasi dilema sosial ekonomi klasik, seperti Public Goods Game. Hasilnya menunjukkan pola yang jelas:

Penurunan Kerja Sama: Model AI yang dilengkapi dengan langkah-langkah penalaran yang lebih maju (seperti chain-of-thought prompting) secara konsisten menunjukkan tingkat kerja sama yang lebih rendah dibandingkan model yang kurang deliberatif.

Perbandingan Kontras: Dalam satu eksperimen, model tanpa penalaran memilih untuk berbagi sumber daya sebanyak 96% dari waktu, sementara model yang didorong untuk bernalar secara mendalam hanya memilih untuk berbagi sekitar 20% saja.

Efek Menular: Ketika AI yang egois ini dimasukkan ke dalam kelompok AI yang kooperatif, perilaku mementingkan diri sendiri tersebut menjadi “menular,” menyebabkan kinerja kolektif kelompok menurun tajam hingga 81%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *