KORDANEWS – Sakit kepala adalah salah satu gejala paling menyiksa yang menyertai flu dan pilek. Rasa nyeri yang terkadang terasa seperti tekanan berat di dahi dan sekitar mata ini umumnya bukan disebabkan oleh masalah neurologis, melainkan respons tubuh terhadap virus dan penumpukan lendir.
Tekanan yang dihasilkan oleh rongga sinus yang meradang dan tersumbat, ditambah dengan potensi demam serta dehidrasi, menciptakan kombinasi sempurna yang memicu nyeri kepala. Namun, keluhan ini dapat diredakan dengan kombinasi penanganan alami dan intervensi medis ringan.
1. Fondasi Pemulihan: Istirahat dan Hidrasi
Kunci utama untuk melawan sakit kepala akibat infeksi virus adalah mengembalikan energi tubuh. Istirahat cukup menjadi prioritas pertama, memberi sistem kekebalan tubuh kesempatan optimal untuk bekerja. Selain itu, hidrasi adalah faktor penentu; Dehidrasi ringan pun dapat memperburuk sakit kepala.
Disarankan untuk memperbanyak minum cairan hangat, seperti air putih, teh herbal (terutama jahe), atau kaldu sup. Cairan hangat tidak hanya menjaga hidrasi, tetapi juga membantu mengencerkan lendir, meminimalkan sumbatan sinus, dan meredakan tekanan di kepala. Gerakan yang terlalu tiba-tiba juga sebaiknya dihindari karena dapat memicu gelombang nyeri.
2. Terapi Fisik untuk Redakan Tekanan Sinus
Untuk sakit kepala yang jelas terpusat pada tekanan sinus, beberapa terapi fisik sederhana dapat sangat membantu:
Inhalasi Uap: Menghirup uap air hangat selama beberapa menit, baik saat mandi air hangat atau menggunakan baskom air panas, adalah cara terbaik untuk membuka saluran hidung yang tersumbat, secara langsung mengurangi tekanan di area frontal kepala.
Kompres Berselang: Terapkan kompres hangat pada dahi dan sinus untuk beberapa saat, lalu ganti dengan kompres dingin. Pergantian suhu ini membantu menenangkan rasa nyeri dan peradangan.













