Karena sifat-sifat tersebut perak sebetulnya juga bisa dikonsumsi sebagai obat namun tidak populer. Menurut dr Ariani alasannya karena perak adalah logam berat dengan mekanisme berbeda dengan senyawa kimia yang biasa digunakan pada obat.
Perak tak dapat membedakan mana sel kuman dan mana sel tubuh sehingga bila dikonsumsi sembarangan malah berisiko untuk membuat kerusakan.
“Saya sih nggak merekomendasikan ya apalagi buat anak. Perak bisa mengendap menimbulkan gangguan di fungsi tubuh karena sel dalam tubuh kan hidup juga. Beda kalau kita pakai secara topikal, artinya dipakai di luar tidak akan merusak sel kita sendiri,” pungkas dr Ariani.
editor ardi











