Dia menjelaskan di era modern, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, tetapi melalui ilmu, empati, integritas, dan pengabdian. “Semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” pesannya.
Ia juga menegaskan semangat perjuangan itu sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Mengakhiri amanatnya, Ferdinand mengajak seluruh jajaran untuk terus melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.













