Bahkan, dalam waktu dekat Menteri PKP Maruarar Sirait akan meninjau langsung kawasan yang akan mendapatkan progtam RTLH tersebut.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Menteri PKP dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan pada awal Desember 2025, Selain meninjau kondisi RTLH, kunjungan tersebut juga akan mencakup program pemberdayaan ekonomi mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Palembang, sebagai bagian dari pendekatan pembangunan yang holistik.
Ratu Dewa juga menegaskan bahwa untuk sisa 1.500 unit RTLH yang belum tersentuh bantuan, Pemkot akan membuka sistem lelang terbuka kepada pihak pengembang, BUMN, BUMD, dan swasta. Estimasi biaya perbaikan satu unit rumah dipatok sebesar Rp30 juta dengan harapan proses ini dapat berjalan transparan dan efisien.
“Kami akan mengundang mitra pembangunan dari berbagai sektor untuk ikut serta dalam proses lelang. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga soal keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Ratu Dewa.
Dengan begitu, kata orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian warga berpenghasilan rendah, mengurangi risiko kesehatan akibat kondisi rumah yang tidak layak.
Juga mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pinggiran kota menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan.













