KORDANEWS – Diet jangka pendek sering kali dilakukan untuk mencapai tujuan spesifik, seperti menurunkan berat badan sebelum acara tertentu, atau sebagai upaya ‘reset’ pola makan. Agar diet ini sukses, perencanaan yang matang adalah kuncinya. Persiapan yang baik akan memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup sambil tetap mencapai defisit kalori yang diperlukan.
1. Tetapkan Tujuan yang Realistis dan Spesifik
Kesalahan terbesar dalam diet jangka pendek adalah menetapkan tujuan yang tidak mungkin dicapai, yang dapat menyebabkan kegagalan atau bahkan masalah kesehatan.
Tujuan SMART: Tentukan target yang Spesifik (misalnya, turun 3 kg), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-bound (terikat waktu, misalnya dalam 2 minggu).
Perhitungan Kalori: Gunakan kalkulator Total Daily Energy Expenditure (TDEE) untuk memperkirakan kebutuhan kalori harian Anda. Untuk penurunan berat badan yang aman (0,5–1 kg per minggu), tetapkan defisit kalori harian sebesar 300 hingga 500 kalori dari TDEE Anda.
Konsultasi Ahli: Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, selalu konsultasikan rencana diet Anda dengan dokter atau ahli gizi.
2. Audit Kulkas dan Dapur
Sebelum memulai diet, bersihkan lingkungan sekitar Anda dari godaan.
Singkirkan Pemicu: Buang atau sumbangkan semua makanan olahan, snack tinggi gula, minuman manis, dan makanan cepat saji yang ada di dapur. Jika makanan tersebut tidak ada di rumah, Anda tidak akan tergoda.
Isi Ulang dengan Makanan Sehat: Buat daftar belanjaan yang berfokus pada makanan padat nutrisi yang akan menjadi bahan utama diet Anda:
Protein Tanpa Lemak: Dada ayam, ikan (salmon, tuna), tahu, tempe, telur, yogurt Yunani.
Karbohidrat Kompleks & Serat: Oatmeal, nasi merah/hitam, ubi jalar, sayuran berdaun hijau (bayam, kale), brokoli.
Lemak Sehat: Alpukat, kacang-kacangan mentah (sejumput), minyak zaitun.













