KORDANEWS – Industri perfilman Korea Selatan, yang dikenal dengan sebutan Hallyuwood, memiliki sistem penghargaan yang mapan untuk mengapresiasi talenta dan karya-karya sinematik. Tidak hanya satu, ada empat ajang penghargaan utama yang masing-masing memiliki fokus dan reputasi unik. Mengetahui perbedaan keempatnya membantu memahami lanskap apresiasi seni film di Negeri Ginseng.
1. Blue Dragon Film Awards (Chungryong Film Awards)
Blue Dragon Film Awards seringkali dianggap sebagai ajang penghargaan yang paling bergengsi dan glamour di Korea. Penghargaan ini didirikan oleh surat kabar The Chosun Ilbo pada tahun 1963 dan berfokus pada:
Fokus: Mengapresiasi film-film yang dirilis selama satu tahun berjalan, dengan mempertimbangkan aspek kualitas artistik sekaligus popularitas di kalangan penonton.
Reputasi: Acara ini dikenal dengan karpet merah yang mewah, kehadiran bintang-bintang top, dan sering menjadi barometer utama kesuksesan seorang aktor atau film di mata publik dan kritikus.
Waktu Pelaksanaan: Umumnya diselenggarakan pada akhir tahun (November atau Desember).
2. Grand Bell Awards (Daejong Film Awards)
Grand Bell Awards memegang gelar sebagai penghargaan film tertua di Korea Selatan, didirikan pada tahun 1962. Ajang ini seringkali disebut sebagai “Korean Oscars” karena usianya dan niatnya untuk menjadi ajang paling dihormati dalam mengapresiasi seni film.
Fokus: Lebih menekankan pada nilai-nilai tradisional dan artistik sinema Korea, dengan sejarah yang panjang dan berakar kuat.
Reputasi: Meskipun sempat menghadapi kontroversi terkait proses penjurian dan kehadiran artis di masa lalu, Grand Bell Awards tetap menjadi salah satu pengakuan paling penting dalam karier seorang sineas atau aktor.
Waktu Pelaksanaan: Umumnya diadakan pada akhir tahun (Oktober atau November).
3. Baeksang Arts Awards (Baeksang Yesul Daesang)
Berbeda dengan dua penghargaan di atas, Baeksang Arts Awards memiliki cakupan yang lebih luas. Ajang ini didirikan oleh surat kabar Hankook Ilbo dan mencakup tiga media utama:













