Kategori skenario adaptasi tahun ini dimenangkan oleh Widya Arifianti dan Sabrina Rochelle Kalangie untuk film Home Sweet Loan, yang juga mendapatkan pengakuan melalui kemenangan Penata Suara Terbaik oleh Ridho Fachri dan Indrasetno Vyatrantra.
Film The Shadow Strays juga mendapat apresiasi di bidang kostum, dengan Victoria Esti Wahyuni memenangkan penghargaan sebagai Penata Busana Terbaik.
Kategori Khusus dan Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup
FFI 2025 juga memberikan penghargaan bagi karya-karya di luar film cerita panjang. Film “Tambang Emas Ra Ritek” dinobatkan sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik, sementara “Sie” berhasil memenangkan kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik. Di ranah animasi, “Jumbo” memenangkan Film Animasi Panjang Terbaik dan juga meraih Piala Antemas sebagai Film Terlaris tahun ini. Sementara “So I Pray” menjadi pemenang untuk Film Animasi Pendek Terbaik.
Untuk film cerita pendek, Piala Citra diberikan kepada “Sammi, Who Can Detach His Body Parts.” Selain itu, FFI juga mengapresiasi pemikiran kritis sinema dengan memberikan penghargaan Karya Kritik Film Terbaik kepada Catra Wardhana untuk tulisannya berjudul “Rambut Dalam ‘Nana’, Tempat Trauma dan Rahasia Digelung Bersama.”
Malam Anugerah ditutup dengan penganugerahan Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup untuk Film kepada tiga legenda perfilman Indonesia: El Manik (Pemeran), Franki Raden (Penata Musik), dan Hendrick Gozali (Produser), sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi tak ternilai mereka bagi industri sinema Tanah Air.













