“Jika James percaya ini bisa menjadi musim terakhirnya—sesuatu yang sumber terdekatnya bersikeras bahwa ia masih belum memutuskan—ia mungkin merasa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk bermain di setiap pertandingan yang tersisa, yang akan menjadi tur pensiunnya,” tulis McMenamin.
Pada usia 41 tahun, tekanan untuk bermain dengan intensitas tinggi tanpa jeda adalah permintaan yang sulit, terutama di era di mana manajemen beban (load management) menjadi praktik umum. Keputusan untuk memaksakan diri bermain demi rekor atau demi tur perpisahan dapat bertabrakan dengan manajemen kesehatan yang ketat.
Masa Depan Lakers dan Kontrak Fleksibel
Faktor lain yang menambah kompleksitas adalah status kontrak LeBron. Ia baru saja menggunakan player option senilai $52,6 juta untuk musim ini, dan dijadwalkan menjadi agen bebas tanpa batas (unrestricted free agent) setelah tahun ini.
Meskipun ia ingin menambah satu gelar lagi ke dalam rekornya, Fiki juga mengakui bahwa fokus jangka panjang Lakers telah bergeser. Dengan munculnya Luka Dončić sebagai bintang masa depan yang jelas, prioritas franchise tersebut mulai condong pada perencanaan jangka panjang, sebuah realitas yang mungkin tidak sejalan dengan keinginan James untuk menang sekarang.
Meskipun demikian, McMenamin menyimpulkan bahwa tidak seorang pun, bahkan LeBron sendiri, tahu persis kapan tirai akan ditutup. Tur perpisahan seorang LeBron James akan menjadi sebuah tontonan besar, dan kemungkinan besar, ia akan melanjutkan kariernya selama tubuhnya masih mengizinkan dia bermain di level superstar. Sampai pengumuman resmi datang, James tetap menjadi salah satu atlet paling abadi dalam sejarah olahraga.













