Bahaya Mengganti Pengobatan Konvensional
Bahaya terbesar dari penyebaran klaim ini adalah kecenderungan penderita kanker untuk menunda atau bahkan mengganti pengobatan medis konvensional (seperti kemoterapi, radiasi, atau operasi) dengan pengobatan herbal atau alternatif.
Institusi kesehatan terkemuka di dunia, seperti American Cancer Society, secara tegas memperingatkan agar pasien kanker tidak menggunakan Sirsak sebagai pengganti terapi medis yang telah terbukti secara ilmiah.
Selain itu, konsumsi Sirsak dalam jumlah berlebihan juga menimbulkan risiko kesehatan:
Neurotoksisitas: Senyawa dalam Sirsak dan daunnya dapat bersifat toksik pada saraf, berpotensi memicu gangguan saraf yang gejalanya mirip dengan penyakit Parkinson atipikal.
Kesimpulan:
Nangka Belanda atau Sirsak adalah buah yang kaya nutrisi, serat, dan Vitamin C, menjadikannya bagian dari pola makan yang sehat. Namun, mengaitkannya sebagai superfood atau obat ajaib untuk pemulihan kanker adalah mitos yang berbahaya. Penderita kanker didesak untuk selalu memprioritaskan saran dan pengobatan dari tim medis profesional.













