Sumsel

Warga Tanam Pohon Pisang di Atas Jembatan Jebol, Protes Keras untuk Pemerintah

×

Warga Tanam Pohon Pisang di Atas Jembatan Jebol, Protes Keras untuk Pemerintah

Share this article

KORDANEWS – Aksi protes unik sekaligus menohok terjadi di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Warga menanam pohon pisang tepat di atas jembatan penghubung Payaraman–Rambang Kuang yang kembali jebol, sebagai simbol kekecewaan mendalam terhadap pemerintah yang dinilai lamban menangani kerusakan infrastruktur.

Video dan foto aksi tanam pisang tersebut cepat menyebar di media sosial dan memancing perhatian publik. Warga menilai pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkesan “menutup mata” terhadap kondisi jembatan yang rusak berulang kali.

Jembatan vital tersebut sebelumnya telah diperbaiki pada awal 2025. Namun menjelang akhir tahun, struktur jembatan kembali ambruk. Kerusakan yang berulang membuat warga curiga bahwa pekerjaan perbaikan dilakukan tanpa standar yang memadai.

“Perbaikan kemarin itu seperti hanya tambal sulam. Baru beberapa bulan, sudah rusak lagi. Kami yang tiap hari lewat sini sangat waswas,” ujar salah satu warga.

Sayuti, Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi PKS Dapil IV, ikut angkat bicara. Ia melontarkan kritik tajam terhadap kualitas pengerjaan jembatan tersebut.

“Kita sangat kecewa dengan adanya bangunan jembatan yang terkesan dibangun asal-asalan. Kualitas materialnya sangat buruk. Jembatan ini menjadi sarana utama masyarakat, tapi berkali-kali rusak dan hanya diperbaiki sekadarnya,” tegas Sayuti.

Ia juga mempertanyakan kinerja kontraktor yang menangani perbaikan sebelumnya. Menurutnya, kerusakan berulang harus menjadi alarm serius mengingat jembatan tersebut dilintasi kendaraan dengan tonase besar setiap hari.

“Kalau dibangun tidak sesuai standar teknis, jembatan seperti ini bisa mengancam keselamatan pengguna. Ini bukan sekadar retak kecil, tapi jebol dan membahayakan,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *