“Saya ingat saya berkata, ‘Musik bukanlah segalanya. Jangan biarkan itu mengendalikan hidupmu lagi. Temukan hal lain yang kamu sukai,’” kenang Cowell.
Walaupun demikian, ia juga mengakui adanya keraguan yang menghantuinya, sebuah refleksi yang wajar bagi setiap orang yang ditinggalkan. “Anda bertanya pada diri sendiri pertanyaan itu: ‘Mungkinkah saya melakukan sesuatu yang lebih? Apa yang akan terjadi pada Liam jika dia tidak berada di band?’”
Dukungan dari Orang Tua Payne
Untuk mengatasi keraguan dan kegelisahan publik, Cowell mengungkapkan bahwa ia baru-baru ini berbicara dengan orang tua Liam, Geoff dan Karen Payne.
“Mereka terus mengatakan kepada saya bahwa ia (Liam) sangat bangga dengan apa yang telah dia capai,” kata Cowell. Pengakuan dari keluarga ini menjadi penutup emosional bagi Cowell, memberikan keyakinan bahwa terlepas dari perjuangannya, Liam tetap menghargai kesuksesan yang ia raih bersama One Direction.
Konteks Tragedi Liam Payne
Liam Payne meninggal dunia pada 16 Oktober 2024. Laporan otopsi mengonfirmasi bahwa kematiannya disebabkan oleh politrauma (cedera multipel) akibat jatuh. Tes toksikologi mengungkap adanya alkohol, kokain, dan obat antidepresan yang diresepkan di dalam sistem tubuhnya saat kejadian.
Mantan rekan band Payne, Louis Tomlinson, juga sempat memberikan perspektif yang mendukung, menegaskan bahwa pengalaman yang sulit dalam band adalah bagian dari industri, namun ia tidak menyalahkan siapa pun atas pengalaman yang ia lalui.
Respons Cowell ini diharapkan dapat meredakan spekulasi, meskipun ia mengakui, “Saya berharap saya bisa memutar kembali waktu, tentu saja.”













