KORDANEWS – Timnas Putri Indonesia menunjukkan mentalitas tangguh dalam laga uji coba internasional melawan Nepal setelah berhasil membalikkan keadaan dan menang 2–1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan ini menjadi salah satu rangkaian persiapan Garuda Pertiwi menuju turnamen besar tahun depan, termasuk SEA Games 2025.
Kemenangan tersebut terasa istimewa bukan hanya karena dicapai lewat proses comeback, tetapi juga karena memperlihatkan kemajuan signifikan dalam organisasi permainan, determinasi, serta efektivitas serangan Indonesia di babak kedua.
Nepal Unggul Lebih Dulu, Indonesia Tertekan di Babak Pertama
Sejak peluit awal, Indonesia langsung tampil agresif dan mencoba mengontrol permainan. Serangan banyak dibangun dari sisi sayap, memanfaatkan kecepatan para penyerang muda. Namun sejumlah peluang emas — termasuk satu kesempatan dari aksi individu Marsela Awi — belum mampu menghasilkan gol.
Sayangnya, tekanan Indonesia justru berbalik merugikan ketika Nepal memanfaatkan situasi bola mati. Pada menit ke-20, sebuah sepak pojok yang tampak tidak terlalu berbahaya berubah menjadi petaka ketika Vivi Oktavia salah mengantisipasi arah bola dan membuat gol bunuh diri. Skor 0–1 membuat tim tuan rumah berada dalam tekanan.
Hingga turun minum, Garuda Pertiwi berupaya menguasai kembali ritme permainan, tetapi kombinasi solidnya pertahanan Nepal serta kurangnya ketenangan dalam penyelesaian akhir membuat skor bertahan.
Babak Kedua: Perubahan Taktik & Semangat yang Menghidupkan Comeback
Memasuki babak kedua, pelatih Akira Higashiyama melakukan beberapa penyesuaian. Tempo permainan ditingkatkan, tekanan diperlebar, dan Indonesia mulai lebih sering mengirimkan bola-bola silang serta memanfaatkan peluang dari bola mati.
Hasilnya terlihat pada menit ke-58. Dari sebuah sepak pojok yang gagal dihalau sempurna oleh pertahanan Nepal, bola liar jatuh di area berbahaya. Gea Yumanda, sang kapten, berdiri pada posisi tepat untuk melepaskan tembakan keras yang menghujam gawang Nepal. Skor berubah menjadi 1–1 dan menjadi titik balik mental bagi tim.











