5. Saraf Leher Terjepit
Postur tubuh yang salah—seperti terlalu sering menunduk melihat layar ponsel—dapat membuat saraf pada area leher terjepit. Kondisi ini memicu rasa kesemutan yang menjalar dari leher ke bahu hingga jari-jari.
Penyebab Lain yang Sering Tidak Disadari
Selain faktor utama di atas, kesemutan juga dapat dipicu oleh kolesterol tinggi, gangguan sirkulasi darah, asam urat, hingga efek samping obat tertentu. Pada kasus yang lebih jarang, penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis juga bisa menekan saraf dan menimbulkan gejala yang sama.
Dokter mengingatkan bahwa kesemutan yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan. Jika disertai kelemahan otot, mati rasa total, atau muncul tiba-tiba hanya pada satu sisi tubuh, kondisi ini bisa mengarah pada masalah neurologis serius.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Pakar kesehatan menegaskan, pemeriksaan medis diperlukan jika kesemutan muncul:
- hampir setiap hari,
- disertai tangan sulit menggenggam,
- membuat jari terasa sangat lemah,
- atau terjadi tiba-tiba dan hanya pada satu sisi tubuh.
- Kesemutan yang tidak kunjung membaik bisa menandakan gangguan saraf yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Saran Dokter untuk Mengurangi Keluhan
Untuk mencegah kesemutan berulang, dokter merekomendasikan:
- mengistirahatkan tangan setiap 30–45 menit,
- melakukan peregangan pergelangan tangan dan leher,
- mengatur postur saat bekerja,
- mengonsumsi vitamin B kompleks,
- dan memperbaiki pola hidup jika memiliki riwayat diabetes atau kolesterol tinggi.
Keluhan jari sering kesemutan mungkin tampak ringan, tetapi bisa menjadi sinyal penting dari tubuh. Dengan mengenali penyebab dan penanganannya sejak dini, masyarakat dapat mencegah gangguan yang lebih serius pada sistem saraf maupun kesehatan secara keseluruhan.











