Babak Kedua: Prioritas Keamanan dan Rotasi
Memasuki babak kedua dengan keunggulan dua gol, Pelatih Kim Sang-sik menerapkan strategi yang lebih hati-hati. Vietnam memilih untuk mengurangi tempo permainan, memprioritaskan penguasaan bola, dan menjaga energi para pemain kunci.
Meskipun Malaysia berusaha keras meningkatkan tekanan dan intensitas serangan di babak kedua, mereka gagal menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya di depan gawang Vietnam. Pertahanan berlapis dan disiplin Vietnam bekerja efektif.
Menjelang akhir pertandingan, HLV Kim Sang-sik mulai menarik keluar beberapa pemain inti, termasuk Thái Sơn dan Viktor Lê, untuk memberikan waktu istirahat dan menjaga kebugaran mereka menjelang semifinal.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk keunggulan Vietnam tetap tidak berubah.
Jalan Menuju Emas Terbuka
Dengan hasil ini, U-22 Vietnam memastikan diri sebagai Juara Grup B dengan total enam poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Malaysia harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui nasib mereka dalam perburuan tiket sebagai tim peringkat kedua terbaik.
Di babak Semifinal, Vietnam akan menghadapi tim runner-up dari Grup A (yang telah teridentifikasi setelah selesainya pertandingan Grup A). Kemenangan ini juga membawa kabar gembira tambahan bagi tim dan federasi, karena Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dilaporkan memberikan bonus sebesar 600 juta đồng (sekitar Rp390 juta) sebagai hadiah atas performa impresif ini.













