Entertainment

Avatar: Fire and Ash — Durasi Terpanjang, Namun Menjadi Titik Terendah Franchise?

×

Avatar: Fire and Ash — Durasi Terpanjang, Namun Menjadi Titik Terendah Franchise?

Share this article

Metacritic: Mendapat skor rata-rata 60, menandakan ulasan yang sangat beragam (mixed).

Kritik utama tertuju pada naskah yang dianggap sebagai “rehash” atau pengulangan dari formula sebelumnya. World of Reel dan beberapa outlet besar seperti BBC menyebutkan bahwa film ini kehilangan elemen “kebaruan” yang dulu membuat penonton terpana pada tahun 2009 dan 2022.

“Cameron tampaknya terlalu asyik dengan teknologi visualnya hingga lupa memberikan jiwa yang baru pada narasinya,” tulis salah satu kritikus terkemuka.

Sisi Terang: Mengenal Suku Ash
Di tengah kritik negatif, ada satu aspek yang tetap mendapat apresiasi: pengenalan Suku Ash (Ash People). Dipimpin oleh karakter Varang (Oona Chaplin), suku Na’vi yang agresif ini memberikan perspektif baru bahwa tidak semua penduduk Pandora itu “baik” atau hidup selaras dengan alam dalam cara yang damai.

Aspek visual tetap menjadi kekuatan utama. Teknologi CGI yang digunakan disebut masih berada di puncak industri, memberikan detail api dan abu yang sangat realistis—sesuai dengan judulnya.

Kesimpulan: Apakah Masih Layak Tonton?
Avatar: Fire and Ash berada di posisi yang sulit. Di satu sisi, ia tetaplah sebuah tontonan teknis yang megah yang sulit ditandingi film lain. Di sisi lain, ia mulai menunjukkan gejala “kelelahan waralaba” (franchise fatigue). Bagi penggemar berat dunia Pandora, durasi panjang ini mungkin terasa seperti perjalanan pulang yang manis. Namun bagi penonton umum, ini bisa menjadi ujian kesabaran yang berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *