Entertainment

Selamat Jalan, Perry Bamonte: Mengenang Sosok di Balik Melodi Ikonik The Cure

×

Selamat Jalan, Perry Bamonte: Mengenang Sosok di Balik Melodi Ikonik The Cure

Share this article

KORDANEWS – Dunia musik internasional kembali berduka. Perry Bamonte, musisi yang telah menjadi bagian integral dari perjalanan panjang The Cure selama lebih dari dua dekade, dikabarkan meninggal dunia. Meskipun pihak band dan keluarga belum merilis detail resmi mengenai penyebab kematiannya, ungkapan belasungkawa telah mengalir deras dari rekan sesama musisi dan jutaan penggemar di seluruh dunia.

Perry Bamonte bukan sekadar anggota tambahan; ia adalah sosok yang membantu mendefinisikan suara The Cure di era-era paling krusial mereka.

Dari Teknisi Gitar Menjadi Personel Inti
Perjalanan Perry bersama The Cure adalah sebuah kisah dedikasi yang luar biasa. Ia pertama kali bergabung dengan keluarga besar band ini sebagai teknisi instrumen (roadie) pada pertengahan 1980-an. Ketekunan dan bakat musiknya yang terpendam tidak luput dari pengamatan sang frontman, Robert Smith.

Pada tahun 1990, Perry resmi “naik pangkat” menjadi personel tetap setelah hengkangnya Roger O’Donnell dan Tolhurst. Ia memulai debutnya sebagai kibordis dan gitaris dalam album remix Mixed Up, sebelum akhirnya menunjukkan taringnya dalam salah satu mahakarya terbesar The Cure: album Wish (1992).

Arsitek di Balik ‘Wish’ dan ‘Wild Mood Swings’
Di bawah kontribusi Perry, The Cure mencapai puncak komersial global. Melodi gitarnya yang atmosferik dan penggunaan synth yang pas memberikan warna baru pada lagu-lagu legendaris seperti “High” dan “Friday I’m in Love”. Perry dikenal sebagai musisi yang serba bisa; ia mampu beralih dari raungan gitar yang gelap menuju dentuman piano yang melankolis dalam sekejap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *