HealthNusantara

Panduan Aman ‘Bakar-Bakaran’ Tahun Baru: Strategi Cegah Kebakaran dan Keracunan Makanan

×

Panduan Aman ‘Bakar-Bakaran’ Tahun Baru: Strategi Cegah Kebakaran dan Keracunan Makanan

Share this article

Sebagai langkah antisipasi, selalu sediakan alat pemadam sederhana seperti ember berisi pasir atau air, serta kain lap basah di dekat lokasi. Jangan pernah meninggalkan panggangan tanpa pengawasan orang dewasa, terutama jika terdapat anak-anak yang bermain kembang api di sekitarnya.

3. Food Safety: Cegah Kontaminasi Silang
Keracunan makanan sering kali terjadi bukan karena daging yang buruk, tetapi karena prosedur pengolahan yang salah. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya pemisahan peralatan. Jangan pernah menggunakan piring atau penjepit yang sama untuk daging mentah dan daging yang sudah matang tanpa dicuci terlebih dahulu dengan sabun.

Bakteri seperti Salmonella dari daging ayam mentah bisa berpindah ke daging sapi yang sudah matang jika alatnya bercampur. Selain itu, pastikan daging matang hingga ke bagian dalam. Penggunaan termometer daging sangat disarankan; pastikan suhu internal mencapai minimal 74°C untuk unggas dan 63°C untuk daging sapi.

4. Teknik Bakar Sehat: Kurangi Zat Karsinogenik
Proses pembakaran lemak yang menetes ke arang menghasilkan asap yang mengandung zat kimia pemicu kanker (HCA dan PAH). Untuk meminimalisir risiko ini:

  • Marinasi Daging: Merendam daging dalam bumbu selama minimal 30 menit terbukti secara ilmiah dapat mengurangi pembentukan zat kimia berbahaya hingga 90%.
  • Buang Bagian Gosong: Bagian hitam yang hangus pada makanan harus dipotong dan dibuang, karena di sanalah konsentrasi zat berbahaya paling tinggi.
  • Bersihkan Alat Panggang: Pastikan jeruji panggangan bersih dari sisa lemak sesi sebelumnya yang sudah mengeras.

5. Penutupan: Pastikan Api Benar-Benar Padam
Setelah pesta usai, jangan langsung meninggalkan sisa bakaran begitu saja. Siram arang yang masih membara dengan air sampai benar-benar dingin sebelum dibuang. Banyak kejadian kebakaran terjadi dini hari karena bara api yang tertiup angin kembali menyala di tempat sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *