KORDANEWS – Manchester City sempat diprediksi akan mengalami masa transisi yang sulit setelah ketergantungan panjang pada Kevin De Bruyne. Namun, kedatangan Rayan Cherki dengan nilai transfer sekitar 36,5 juta Euro (Rp683 miliar) terbukti menjadi salah satu langkah transfer paling brilian Pep Guardiola di musim 2025/2026.
Lebih dari sekadar angka, Cherki membawa dimensi baru yang selama ini jarang terlihat dalam struktur kaku strategi Guardiola: kebebasan instingtif.
Menghancurkan “Blok Rendah” Lawan
Selama ini, lawan-lawan City sering menggunakan strategi “parkir bus” atau blok pertahanan rendah untuk meredam aliran bola The Citizens. Namun, kehadiran Cherki di area antar lini menjadi jawaban. Sejak awal November 2025, Cherki telah mencatatkan 7 assist di Premier League—jumlah terbanyak dalam periode tersebut.
Menariknya, seluruh assist tersebut lahir dari open play atau permainan terbuka. Ia tidak mengandalkan bola mati, melainkan visi permainan tajam dan kemampuan dribel di ruang sempit yang sering kali memaksa bek lawan keluar dari posisinya.
Ketika Pep Guardiola Memberi Ruang pada Naluri
Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang sangat menuntut struktur dan pola permainan yang jelas. Namun, untuk Cherki, Pep tampaknya bersedia melakukan pengecualian. Dalam sebuah wawancara pasca kemenangan atas Nottingham Forest (27 Desember 2025), Pep mengakui adanya hubungan emosional yang unik dengan sang pemain.













