Perlombaan Global di Bulan
Langkah Rusia ini menandai semakin panasnya perlombaan eksplorasi Bulan. Amerika Serikat melalui NASA juga memiliki rencana membangun reaktor nuklir kecil sebagai sumber energi untuk program Artemis. China pun tak ketinggalan dengan ambisi besar membangun pangkalan permanen di Bulan.
Persaingan ini bukan semata soal eksplorasi, tetapi juga dominasi teknologi dan geopolitik di luar angkasa. Energi menjadi kunci utama jika negara-negara besar ingin bertahan lama di Bulan.
Tantangan dan Kekhawatiran
Meski terdengar futuristik, rencana ini menuai pertanyaan. Risiko keamanan nuklir, potensi kegagalan peluncuran, hingga dampak jangka panjang terhadap lingkungan Bulan menjadi sorotan para ilmuwan. Selain itu, hukum internasional terkait penggunaan teknologi nuklir di luar angkasa juga masih menjadi perdebatan.
Namun Rusia tetap optimistis. Jika rencana ini terwujud, reaktor nuklir di Bulan akan menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa—mengubah Bulan dari sekadar objek penelitian menjadi wilayah aktivitas manusia jangka panjang.













