Program ini menyasar 5.000 siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Kota Palembang yang berada di 10 wilayah Puskesmas dengan tingkat kasus DBD tertinggi.
Kolaborasi strategis menjadi kekuatan utama program ini, dengan melibatkan FK UNSRI dan FK Universitas Indonesia sebagai pelaksana teknis, Takeda GmbH sebagai penyedia hibah vaksin, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Palembang sebagai pelaksana lapangan.
Dekan FK UNSRI, Prof. Irsan Saleh, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan vaksin, tetapi juga melakukan pemantauan aktif untuk menilai dampak vaksinasi terhadap penurunan kasus dengue.
“Setiap peserta akan mendapatkan pengawasan medis selama 24 jam pasca-vaksinasi melalui jejaring medis yang telah disiapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program telah dimulai sejak 10 Desember 2025 dan akan terus berjalan hingga seluruh target terpenuhi.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis ilmiah ini, Sumatera Selatan optimistis mampu menjadi role model nasional dalam pengendalian DBD serta menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan terlindungi.













